Cara Membuat dan Mengembangkan Daftar Email

Apa yang akan kita pelajari?

Email marketing sudah eksis selama beberapa dekade terakhir, dan tentu saja ada alasan kuat di balik ketahanannya. Mulai dari bisnis skala kecil hingga korporasi raksasa, semuanya tetap mengandalkan email sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Bahkan, hampir 9 dari 10 pemasar digital memanfaatkan email marketing untuk mendistribusikan konten mereka secara organik.

Bisa dibilang, email marketing adalah cara yang sangat efektif untuk:

  • Merawat dan menjaga hubungan dengan calon pembeli (nurture leads)

  • Mengubah calon pembeli tersebut menjadi pelanggan setia

  • Memberikan akses serta penawaran spesial eksklusif bagi para pelanggan yang berlangganan

Lalu, bagaimana menerapkan hal tersebut ke dalam bisnis kita sendiri? Nah, mari kita bedah bersama-sama, yuk!

1. Tentang Daftar Email

Mari kita kilas balik sejenak mengenai daftar email (email list).

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, saya percaya kalau email marketing adalah bagian krusial dalam menjalankan bisnis apa pun.

Dengan cara ini, kamu bisa dengan mudah membagikan kisah perjalananmu, mempromosikan bisnis, memamerkan testimoni pelanggan yang puas, bahkan menjaring masukan berharga.

Semua itu berjalan beriringan dengan proses mengubah orang-orang yang berlangganan menjadi pelanggan setia jangka panjang.

Selain keuntungan membuat merek kamu makin dikenal di pasar, ada potensi cuan besar yang menanti.

Menurut data dari Litmus, setiap $1 yang kamu investasikan untuk email marketing rata-rata bisa menghasilkan pengembalian modal (ROI) sebesar $36.

Angka ini membuktikan kalau email marketing benar-benar menjadi salah satu taktik bisnis yang paling menghasilkan.

Nah, dengan fakta tersebut, yuk kita segarkan ingatan sejenak tentang apa saja yang terlibat dalam membangun daftar email:

Apa itu daftar email (email list)?

Bayangkan daftar email ini seperti daftar kontak di ponsel kamu. Bedanya, bukan nomor telepon, tetapi alamat email.

Menariknya lagi, lewat email ini kamu juga bisa mengumpulkan data pengguna (seperti nama, jenis kelamin, dan lokasi umum mereka) untuk membuat pesan yang jauh lebih personal dan tepat sasaran.

Apa itu membangun daftar email (list building)?

Sederhananya, ini adalah proses mengumpulkan alamat email dari para pengunjung situs, pelanggan, maupun calon pembeli.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan tools pencari email untuk menemukan kontak potensial di LinkedIn atau platform lainnya.

Proses pengumpulan ini bisa kamu lakukan lewat website, media sosial, acara pameran, formulir pendaftaran, promosi khusus, hingga fitur berbagi email.

Bagaimana cara membuat daftar email yang berkualitas?

kamu bisa mulai membangun daftar email ini secara online dengan menerapkan strategi pengumpulan data serta memanfaatkan berbagai tips yang saya bagikan di sepanjang artikel ini.

2. Cara membangun daftar email berkualitas

Membangun daftar email akan sangat membuahkan hasil jika kamu memiliki akses ke semua alat dan sumber daya yang tepat.

Berikut adalah ringkasan singkat 5 langkah untuk membangun daftar email:

  1. Gunakan penyedia layanan email (ESP)

  2. Bangun halaman pendaratan (landing page)

  3. Buat CTA dan pop-up

  4. Promosikan program loyalitas

  5. Manfaatkan kode diskon dan promo untuk menjaring pelanggan

Ikuti lima langkah ini untuk membangun daftar email yang berkualitas, dan jika kamu membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam untuk setiap langkahnya, silakan lanjut membaca!

2.1. Tip 1 — Gunakan penyedia layanan email (ESP)

Banyak dari kita yang sudah menggunakan layanan email setiap hari. Di bawah ini, kami telah merangkum daftar ESP terbaik beserta apa saja yang bisa mereka tawarkan untuk bisnismu:

Kamu bisa menggunakan ESP mana pun dari daftar ini untuk bisnis, tetapi beberapa di antaranya akan sedikit sulit dikelola begitu daftar emailmu mulai berkembang besar.

Rekomendasi ESP terbaik dari saya adalah systeme.io. Dengan platform Software-as-a-Service (SaaS) ini, kamu bisa:

  • Membangun daftar email dan mengirim email tanpa batas

  • Membuat kampanye email yang personal dan tepat sasaran

  • Menandai (tag) pengguna untuk menerima email yang disesuaikan dengan perjalanan pelanggan (customer journey) mereka

Penawaran ini terhitung sangat menguntungkan, karena kamu bisa mulai membangun daftar email ini seiring dengan perkembangan bisnis secara gratis.

2.2. Tip 2 — Bangun landing page yang memikat

Photo by Rodeo Software

Memantapkan posisi kamu sebagai sebuah bisnis adalah tentang bagaimana membuktikan kepada pelanggan bahwa kamu adalah sumber yang andal dan tepercaya.

Membangun daftar email pun menuntut dedikasi yang sama, bahkan bisa jadi lebih.

Ingatlah bahwa kamu adalah seorang tamu di dalam kotak masuk email orang lain. Kehadiranmu harus memikat, menarik, dan yang paling penting, memberikan nilai tambah.

Salah satu cara termudah untuk mewujudkannya adalah melalui sebuah website. Meskipun email marketing bisa saja dijalankan tanpa situs web, hasilnya tidak akan seefektif itu. Setidaknya, kamu harus memiliki satu halaman pendaratan (landing page).

Memberikan akses yang mudah bagi para pelanggan untuk menjangkau produk dan layananmu adalah hal yang sangat vital.

Kamu tentu ingin membangun citra bisnis sedemikian rupa agar pengguna tidak perlu pusing memikirkan cara navigasinya.

Berikut adalah beberapa hal yang wajib disertakan pada landing page:

  • Judul yang ringkas dan kuat untuk memikat audiens

  • Gambar berkualitas tinggi yang relevan dengan konten

  • Identifikasi masalah yang dihadapi audiens beserta solusinya

  • Daftar fitur dan/atau keuntungan dari penawaran

  • Testimoni dari orang-orang yang sudah mencoba penawaran

  • Satu Tombol Aksi (Call To Action/CTA) yang jelas

2.3. Tip 3 — Pakai CTA dan pop-up yang personal

Photo by Dany Kurniawan

Sama halnya dengan bikin landing page yang efektif, kamu juga wajib pakai CTA (Call to Action) dan pop-up yang personal.

Manfaat pakai CTA di dalam email itu nggak main-main, lho. Efeknya bisa mendongkrak:

  • Click-Through-Rate (CTR) kamu sampai 371% dan penjualan hingga 1617%

  • Tingkat konversi e-commerce sebesar 22%

Secara keseluruhan, nambahin tombol CTA ke email kamu jelas bakal bawa dampak positif buat jumlah subscriber. Tombol ini intinya bikin langkah selanjutnya jadi super jelas. Tanpa adanya tombol CTA, calon pembeli bisa kebingungan harus ngapain lagi, dan ini bisa bikin kamu kehilangan orang-orang potensial di daftarmu.

Terus, gimana cara bikin CTA yang personal?

  1. Tulis teks CTA yang relevan bikin teks yang sifatnya langsung mengajak bertindak (action-oriented). Kalau calon pembeli nggak langsung ngelihat manfaatnya begitu ngelihat tombol tersebut, mereka nggak bakal mau ngeklik. Kamu harus super spesifik pas nulis CTA, karena teks yang pasaran itu nggak bakal laku. Sesuaikan isi tombolnya dengan jenis bisnismu. Contoh CTA buat pengunjung di bisnis yoga bisa seperti "5 Alasan kenapa kamu harus mulai latihan yoga hari ini." Kalau mau lebih spesifik ke calon pembeli yang udah tertarik, kamu bisa pakai kalimat seperti "Hal yang boleh dan nggak boleh dilakukan setelah yoga."

  2. Hubungkan CTA ke halaman yang tepat Setelah selesai nulis dan bikin tombol CTA-nya, pastikan kamu mengarahkannya ke landing page yang bener. Cara gampang buat tahu berapa banyak orang yang ngeklik tautan tersebut adalah lewat Google Analytics atau tool email marketing pilihanmu. Alasan kamu wajib melakukan ini adalah untuk memastikan halamanmu tetep relevan dan sesuai dengan kebutuhan audiens.

Satu trik lagi yang bisa kamu cobain adalah dengan memasang halaman pop-up di website-mu buat mendongkrak jumlah daftar emailmu.

Beberapa keuntungan menggunakan formulir pop-up opt-in pada desain landing page-mu meliputi:

  • Pop-up 50% lebih efektif daripada banner dalam hal menarik perhatian pengguna.

  • Branding kamu nggak bakal telantar karena kamu bisa bebas mengubahsuai tampilan pop-up-nya.

  • Pop-up 13x lebih efektif untuk menghasilkan klik dan menjaring subscriber baru dibanding banner standar.

Pas lagi pakai akun gratisan systeme.io, kamu bisa bikin pop-up yang sempurna cuma dalam hitungan menit lewat langkah-langkah ini:

  1. Di bawah menu sales funnel, klik tombol "create"

  2. Pilih "pop-up form"

  3. Terus tinggal pilih template dan isi sesuai keinginanmu

Yup, beneran segampang itu! Memanfaatkan pop-up dan CTA adalah cara yang super efektif buat naikin trafik pengguna, ngedongkrak penjualan, dan nambah jumlah subscriber di daftar emailmu.

2.4. Tip 4 — Bikin program loyalitas dan referral

Photo by Anna Shvets

Kita semua pasti suka kalau dikasih sesuatu, apalagi kalau itu hadiah karena kita terus-terusan mempromosikan merek favorit kita.

Nah, memanfaatkan program loyalitas dan referral bisa jadi strategi khusus dalam email marketing kamu yang ujung-ujungnya ampuh banget buat memperbanyak daftar email.

Program tipe begini pas banget kalau kamu pengen mendorong subscriber lama maupun baru buat melakukan upgrade, sekaligus bikin mereka jadi pelanggan setia dalam jangka waktu yang lebih lama (customer lifetime value).

Pertama, mari kita bahas program loyalitas dulu.

Bikin program loyalitas itu cara yang oke banget buat nambah isi daftar emailmu. Tapi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan pas pakai taktik ini:

  1. Bikin programnya segampang mungkin buat diikuti dan pastikan bawa manfaat nyata buat subscriber Contohnya bisa berupa bagi-bagi resep gratis setiap minggu, ngasih kode diskon 20%, dan semacamnya.

  2. Coba pertimbangkan buat mendonasikan hadiahnya untuk aksi sosial Beberapa studi nemuin kalau 61% generasi milenial lebih milih mendonasikan hadiah mereka buat aksi sosial daripada menukarkannya buat konsumsi pribadi. Plus, langkah ini juga bisa bikin citra bisnismu makin positif karena dinilai peduli sesama.

  3. Rancang program yang bisa bikin subscriber betah ngabisin waktu dan uang mereka di perusahaanmu Caranya, kamu bisa riset audiens sasaranmu dulu, lalu bikin penawaran berdasarkan hal-hal yang berharga di mata mereka.

Memasukkan program loyalitas bakal jadi pelengkap yang mantap buat strategi email marketing-mu. Taktik ini bisa ngasih tahu para subscriber seberapa dekat posisi mereka buat dapetin hadiah, apalagi kalau kamu rajin ngirimin pengingat singkat ke email mereka.

Nyiapin kampanye email seperti ini tergolong cepat dan praktis kok, terlebih kalau kamu pakai alat bantu seperti systeme.io.

Meskipun program loyalitas dan referral punya konsep yang mirip, keduanya punya perbedaan dalam hal keuntungan yang ditawarkan. Program referral dan afiliasi bekerja lewat sistem yang ngasih insentif atau bonus kepada pelanggan lama supaya mereka mau merekomendasikan produkmu ke keluarga dan teman-teman mereka.

Data statistik menunjukkan kalau pemasaran dari mulut ke mulut (word-of-mouth) bisa mendongkrak penjualanmu sampai 13%! Lagi pula, orang-orang emang cenderung lebih percaya rekomendasi dari teman atau keluarga dibanding promosi langsung dari sebuah merek.

Begini cara kerja program referral dan afiliasi:

  • Seseorang menemukan bisnismu dan suka sama produk yang kamu jual

  • Kamu menawarkan hadiah kalau mereka mau merekomendasikan atau bergabung jadi afiliasi

  • Pelanggan setia ini bakal cerita ke keluarga dan teman-temannya

  • Begitu orang yang direkomendasikan membeli produkmu, mereka berdua (si pemberi dan penerima rekomendasi) bakal sama-sama dapet hadiah

Contoh cara memulai program afiliasi:

  • Gabung ke program afiliasi systeme.io

  • Kamu kasih tahu temanmu soal software ini dan bagikan tautan referral-mu

  • Mereka memutuskan buat mengunjungi systeme.io pakai kodemu

  • Kamu bakal dapet komisi 40% dari total penjualan yang berhasil kamu datangkan, bahkan kalau mereka baru belinya setahun kemudian

Perusahaan lain yang juga sukses pakai strategi referral ini adalah Uber Eats:

  • Kamu bagikan kode undangan aplikasi kamu ke teman-teman

  • Untuk setiap orang yang pakai kodemu, kamu dapet potongan harga $5 buat pesananmu, dan mereka dapet diskon 20% buat pesanan pertama mereka

Cara lain buat menyusun kampanye referral-mu adalah dengan mengizinkan pengguna buat mengundang teman-teman mereka yang punya minat sama ke acara pre-sale. Dengan cara ini, kamu nggak perlu ngasih diskon di awal, tapi kamu udah bisa dapet kontak baru buat dihubungi.

Tapi, gimana kalau ngurusin referral, afiliasi, dan program loyalitas itu dirasa terlalu ribet? Tenang, kita bakal bahas solusinya di bagian selanjutnya.

2.5. Tip 5 — Pikat mereka dengan diskon dan penawaran menarik

Photo by Gustavo Fring

Pas lagi jualan online, cara paling gampang buat nambah isi daftarmu adalah dengan nawarin lead magnet ke calon pembeli. Pilihan lead magnet ini bisa berupa:

  1. Daftar centang (checklist)

  2. E-book dan panduan praktis (cheat sheet)

  3. Sampel produk

  4. Diskon dan kupon

  5. Template

  6. Masa uji coba gratis (free trial)

  7. Studi kasus

  8. Webinar dan podcast

  9. Konten premium

Nah, salah satu jenis lead magnet terbaik yang bisa kamu pakai adalah diskon dan kupon, karena taktik ini cocok buat hampir semua model bisnis. Bisnis apa pun bisa banget nawarin kode diskon, dan kebanyakan orang bakal langsung kepincut karena keuntungan yang bakal mereka dapetin kerasa jauh lebih gede.

Ini juga jadi pancingan yang mantap banget biar orang-orang mau masuk ke daftar emailmu. (P.S. Kalau kamu penasaran sama jenis lead magnet lain yang disebutin di atas, kita bakal bahas itu di bagian bawah postingan ini!)

Berikut beberapa contoh bisnis yang sukses nawarin diskon dan promosi buat ngumpulin alamat email sekaligus ngegaet pelanggan:

  • Spotify nawarin paket premium gratis selama tiga bulan

Photo by AS Photography

Teknik ini efektif banget karena bisa ngasih kesempatan buat pelanggan hemat duit, sekaligus bikin kamu dapet subscriber baru. Nawarin diskon buat pesanan pertama ke calon pelanggan potensial terbukti ampuh ngebangun daftar emailmu sekaligus ndongkrak penjualan di saat yang bersamaan.

Tapi, apa yang harus kamu lakuin setelah berhasil ngumpulin daftar subscriber, dan gimana caranya biar daftar ini bisa terus berkembang?

Di bawah ini ada 8 tips yang bisa kamu ikuti buat ngerawat dan memperbesar daftar emailmu dalam jangka panjang setelah basis subscriber-mu terbentuk.

3. Cara merawat dan mengembangkan daftar emailmu

Ngerawat dan memperbesar daftar email itu sebenarnya bisa jadi kemenangan kecil yang gampang diraih. Masalahnya baru muncul pas kita mulai mengotomatiskan kampanye email—kebanyakan bisnis kecil nggak punya urutan email yang solid.

Nggak semua orang butuh rangkaian email jangka panjang sih. Tapi, kalau kamu pengen ngebangun bisnis yang bertahan lama, kamu harus pastikan para calon pembeli tetep inget sama bisnismu.

Dalam dunia email marketing, tugasmu adalah memastikan penawaranmu itu selalu melekat di benak mereka.

Nah, lewat cara inilah kamu bisa ngerawat calon pembeli dan pelanggan, sekaligus ngejaga hubungan bisnis yang baik. Kuncinya cuma satu: tunjukin manfaat atau nilai tambah yang kamu punya.

Serunya lagi dari proses ini, kamu nggak perlu repot-repot mantengin terus begitu semuanya udah disiapin, karena sistemnya bakal berjalan otomatis.

Kita semua pasti setuju kalau ada banyak banget hal yang harus dipikirin buat bikin urutan email yang sempurna. Gimana cara naikin tingkat keterbukaan email (open rates)? Kapan waktu terbaik buat ngirim email? Template email mana yang harus dipakai? Well, semuanya balik lagi ke apa saja yang kamu masukkan ke dalam emailmu itu.

Ini dia 8 cara gampang yang bisa kamu lakuin buat bikin emailmu terasa lebih personal:

3.1. Tip 6 — Bikin buyer persona

Buyer persona itu bukan pelanggan beneran ya. Melainkan, sebuah deskripsi super detail tentang sosok pelanggan ideal yang mewakili target audiensmu. Kamu bisa punya lebih dari satu buyer persona, tergantung seberapa banyak variasi produk yang kamu jual.

Lakuin langkah-langkah ini buat bikin buyer persona yang pas buat bisnismu:

  • Kasih nama buat si persona tersebut

  • Tentukan detail demografinya (usia, pekerjaan, dll)

  • Kasih mereka minat khusus dan sifat perilaku tertentu

Langkah ini bakal ngebantu kamu buat memahami apa tujuan mereka, masalah yang lagi dihadapi (pain points), serta pola belanja mereka, jadi kamu bisa ngirimin email yang bener-bener pas dan tepat sasaran.

Ini ada template beserta 2 contoh biar kamu dapet gambaran gimana cara bikin buyer persona-mu sendiri:

3.2. Tip 7 — Segmentasikan daftarmu

Kamu bisa ngirimin dua pertanyaan berbeda lewat email ke pengguna buat ngasih tanda (tag) dan mengelompokkan mereka, jadi mereka bakal nerima urutan email yang spesifik.

Contohnya kayak kampanye email Paper Style yang nanya ke penggunanya, "Lagi ngerencanain acara apa nih?" Mereka ngasih dua pilihan: "Pernikahanmu sendiri" dan "Pernikahan teman atau kerabat."

Pertanyaan simpel ini terbukti sukses bikin mereka bisa ngirimin kampanye email yang spesifik ke para subscriber dan ngasih info penting yang emang sesuai sama kebutuhan mereka.

Efeknya? Tingkat keterbukaan email (open rate) mereka melonjak sampai 244% dan click-through rate naik hingga 161%.

Begini cara kamu nyontek teknik ini buat strategi email marketing-mu:

  1. Daftar akun gratisan di systeme.io

  2. Bikin kampanye email baru

  3. Pilih dan isi salah satu dari ratusan template email yang tersedia

  4. Masukkan dua pertanyaan di dalam template emailmu yang bisa otomatis ngasih tanda (tag) ke pengguna berdasarkan pilihan yang mereka klik (proses segmentasi)

  5. Siapkan email pemicu otomatis (automated trigger emails)

  6. Kirim kampanyenya ke daftar emailmu

  7. Tinggal duduk manis dan biarin fitur otomatisasinya bekerja!

Ikuti langkah-langkah ini, dan kamu dijamin bakal bisa bikin urutan email yang nyaris sempurna buat pembeli idealmu.

3.3. Tip 8 — Pakai berbagai sumber daya menarik buat mancing orang daftar

Sebelumnya kita udah sempat bahas soal lead magnet di bagian cara ngebangun daftar email, tapi belum sempat bedah apa aja sih keuntungan dari masing-masing jenisnya.

Memanfaatkan lead magnet itu cara paling gampang buat bikin bisnismu makin dikenal dan eksis, sekaligus numbuin rasa percaya dan suka dari calon pelanggan.

Ibaratnya, lead magnet ini adalah adonan dasar pizza yang enak banget. Kalau mereka mau buka dompet dan bayar buat beli topping-nya (produk utamamu), mereka bakal dapetin pizza yang utuh dan luar biasa.

Selain itu, makin tinggi harga produk yang kamu tawarkan, biasanya makin banyak juga jenis lead magnet yang perlu kamu kasih ke mereka.

Nah, ini dia keuntungan dari tiap-tiap jenis lead magnet:

  1. Daftar centang (checklist) dan template

  • Bagus banget buat nunjukin urutan langkah yang logis buat diikuti subscriber.

  • Bikin subscriber jadi lebih gampang ngikutin arahan atau tahapan yang kamu pengen mereka lakuin.

  1. E-book dan panduan praktis (cheat sheet)

  • Berfungsi sebagai konten buat ngerawat calon pembeli karena sifatnya mengedukasi mereka.

  • Bikin kamu bisa pamer kenapa penawaranmu adalah yang terbaik di pasaran.

  1. Sampel produk

  • Berperan sebagai 'intipan' atau preview dari konten/produk yang nantinya bisa mereka akses secara penuh.

  • Bikin subscriber dapet gambaran jelas tentang apa yang bakal mereka beli sebelum bener-bener berkomitmen buat bayar.

  1. Masa uji coba gratis (free trial)

  • Meningkatkan nilai jual di mata mereka—karena dapet sesuatu secara gratis, mereka biasanya bakal lebih condong buat beli produkmu kalau ngerasa puas sama hasilnya.

  1. Studi kasus

  • Studi kasus bisa ngasih contoh nyata ke subscriber tentang cerita pelanggan-pelangganmu yang puas.

  • Orang-orang itu lebih percaya sama kisah sukses dan rekomendasi dari sesama pembeli—kalau produkmu punya ulasan yang oke, peluang orang buat beli bakal naik drastis.

  1. Webinar dan podcast

  • Ini masuk ke kategori konten edukasi yang ampuh buat ngerawat calon pembeli—makin sering kamu ngasih edukasi dan manfaat nyata, bakal makin bagus efeknya.

  • Bikin subscriber punya gambaran tentang gimana cara kamu mengelola bisnismu.

Meskipun semua pilihan di atas kedengarannya oke banget, gimana caranya kita tahu mana yang paling cocok buat jenis bisnismu sendiri? Nah, di sinilah tip berikutnya bakal berguna banget buat kamu.

3.4. Tip 9 — Minta masukan dari pengguna

Masukan atau feedback dari pelanggan adalah salah satu bagian paling krusial dalam mempersonalisasi email. Kalau kamu nggak tahu hal apa saja yang direspons positif atau negatif oleh penggunamu, kamu nggak bakal bisa berkembang.

Tapi, kenapa sih feedback pelanggan itu penting banget?

  1. Bisa nunjukin aspek mana aja dari bisnismu yang perlu diperbaiki.

  2. Mendengarkan masukan bakal bikin pengguna merasa dilibatkan dan dianggap penting.

  3. Feedback yang bagus bisa menghasilkan rekomendasi dari mulut ke mulut secara personal.

  4. Bisa meyakinkan pelanggan buat balik lagi dan nyobain layananmu yang udah ditingkatkan.

  5. Membantu kamu ngebangun branding dengan jauh lebih efektif.

Nah, sekarang kamu udah tahu kan kenapa masukan pelanggan punya peran penting buat personalisasi email. Yuk, kita lihat gimana caranya mengoptimalkan kampanye emailmu.

3.5. Tip 10 — Lakukan A/B testing pada berbagai kampanye email

Ada banyak banget manfaat melakukan A/B testing untuk kampanye emailmu. Kalau kamu butuh kilas balik singkat tentang apa itu A/B testing, coba deh baca postingan dari Harvard Business Review ini.

Khusus di bagian ini, kita bakal bedah apa saja yang bisa kamu uji (A/B test) buat mengoptimalkan emailmu:

  1. Ubah nama pengirim (sender/from name)

    HubSpot sempat melakukan riset dan menemukan kalau CTR email jadi lebih tinggi saat mereka ngirim kampanye pakai nama anggota tim dibandingkan pakai nama perusahaan mereka. Kesimpulannya, email yang dikirim oleh orang beneran punya peluang lebih gede buat diklik daripada yang cuma pakai nama perusahaan.

  2. Uji baris subjek (subject line) yang lebih panjang dan pendek

    CoSchedule nemuin kalau baris subjek yang lebih panjang punya performa lebih oke dibanding yang pendek, dan panjang sekitar 40 - 50 karakter adalah ukuran yang paling pas.

  3. Cobain format teks biasa (plain text)

    Meskipun ini bukan format email yang paling menarik secara visual, kadang-kadang kesederhanaan itu justru terasa menyegarkan. Format ini juga bisa ngebangun kesan kalau ada orang beneran yang lagi ngobrol sama kamu, jadi muncul perasaan "kamu lagi dapet email dari seorang teman" alih-alih dari sebuah perusahaan.

  4. Personalisasikan baris subjek

    Personalisasi baris subjek biasanya identik dengan nambahin nama orang tersebut, tapi kamu juga bisa menguji personalisasi lewat cara lain:

  • Pakai nama depan dan nama belakang subscriber-mu di baris subjek

  • Pakai nama depan pelangganmu saja di baris subjek

  • Cobain kombinasi dari cara-cara di atas

  • Pakai persona pelangganmu di baris subjek

  • Gunakan istilah-istilah yang emang nyambung (resonate) sama audiensmu

  • Uji penggunaan kata "kamu/Anda" versus tanpa kata tersebut

Proses ini emang butuh beberapa kali uji coba, tapi main-main aja dulu dan lihat mana yang paling ampuh buat kampanye emailmu.

  1. Sempurnakan isi teks (body copy)

    "Pangkas panjang teks emailmu jadi setengahnya. Sekarang, pangkas lagi jadi setengahnya." — Morgan Brown.

    Sering kali, orang-orang cuma pengen pesan yang singkat, padat, dan jelas. Rasanya pasti malesin banget kalau harus baca email jualan halus (soft-sell) dari 5 perusahaan berbeda setiap harinya. Biar bisnismu kelihatan menonjol, coba A/B testing hal-hal ini:

  • Teks yang lebih pendek versus teks yang lebih panjang

  • Pakai poin-poin (bullet points) dan/atau daftar bernomor

  • Bikin dalam format tanya-jawab

  • Cuma tulis satu kalimat lalu langsung kasih tombol CTA

Awalnya mungkin kelihatan ribet, tapi cobain deh tips ini karena berpotensi banget menghemat waktu dan energimu daripada harus ngetik teks email yang panjang lebar.

  1. Mainkan penggunaan gambar

    Orang-orang itu lebih gampang tertarik sama gambar ketimbang tulisan teks biasa, jadi manfaatin hal ini! Coba A/B test opsi berikut:

  • Satu gambar versus banyak gambar

  • Teks di dalam gambar

  • Tangkapan layar (screenshot) dari sebuah video

  • CTA yang menyatu di dalam gambar versus CTA yang terpisah dari gambar

  • Animasi GIF

Ingat ya, urusan gambar ini kadang agak sensitif, jadi pakai format JPEG atau GIF biar peluang gambarmu muncul di email subscriber jadi lebih gede. Pastikan juga buat selalu ngisi teks alternatif (ALT text), jaga-jaga kalau gambarnya gagal dimuat!

Terakhir, inget kalau gambar tertentu bisa butuh waktu lama buat kebuka, jadi kompres dulu gambarnya biar ukuran emailmu nggak kegedean.

  1. Mainkan tampilan CTA

    Coba systeme.io hari ini!

Tujuan utamamu adalah melakukan hal ini: tulis CTA-mu dengan gaya yang sebanyak dan sevariatif mungkin. Tulis lalu tampilkan. Daripada pakai teks biasa, coba deh pakai tombol.

Tentukan juga apakah tombol itu sebaiknya ditaruh di bagian atas email atau di bawah. Atau, mau coba pasang di kedua posisi tersebut?

Ada empat hal yang perlu kamu pertimbangkan saat menulis CTA:

  1. Memasang lebih dari satu CTA bakal ngebantu banget kalau emailmu panjangnya lebih dari beberapa paragraf.

  2. Tulis CTA-mu pakai huruf kapital—penggunaan huruf besar semua biasanya paling ampuh!

  3. CTA harus mudah dibaca—panjangnya berkisar antara 90 - 150 karakter.

  4. Atau, bikin CTA yang singkat, padat, dan langsung to the point—biasanya 2 kata saja udah paling mantap.

Seperti yang bisa kamu lihat, ada beberapa hal simpel yang bisa kamu A/B test buat ningkatain performa emailmu. Serunya lagi, kamu bisa nyobain fitur A/B testing ini secara gratis kalau kamu pakai akun gratisan systeme.io.

Tapi, katakanlah kamu lagi nyari cara yang lebih banyak lagi buat ningkatin nilai dari emailmu sekaligus mempersonalisasi konten buat subscriber-mu. Nah, cara gampang buat mewujudkan hal itu adalah dengan menulis konten di luar emailmu.

3.6. Tip 11 — Bikin blog

Photo by Pixabay

Email marketing dan ngeblog itu ibarat selai kacang ketemu cokelat. Dua-duanya udah enak sendiri-sendiri, tapi pas digabungin, rasanya jadi makin juara.

Nah, kamu bisa dapetin sinergi yang mantap kayak gitu lewat strategi content marketing yang mengombinasikan blog dan email marketing.

Masih belum yakin? Ini dia beberapa keuntungan memasukkan blog ke dalam strategi email marketing-mu:

  1. Meningkatkan trafik ke website-mu.

  2. Menarik pelanggan-pelanggan baru.

  3. Menunjukkan dan menceritakan apa saja yang bisa bisnismu lakukan.

  4. Tetap bisa mendatangkan interaksi (engagement) dalam jangka panjang, bahkan setelah selesai dipakai buat keperluan email.

  5. Membantu kamu ngebangun jaringan di bidang (niche) bisnismu.

  6. Bikin calon pembeli, pelanggan, dan prospek makin percaya sama perusahaanmu.

Walaupun ngeblog itu butuh waktu sampai kelihatan hasilnya, salah satu cara terbaik buat menimbun arsip tulisanmu adalah dengan rajin ngirimin kabar terbaru ke subscriber emailmu soal konten baru yang mau kamu rilis.

Langkah ini bakal memacu kamu buat nulis minimal satu artikel blog setiap minggunya. Nggak bakal kerasa deh, tahu-tahu kamu udah punya ratusan artikel blog yang siap tayang.

Tip: Masukkan tautan internal (internal links) di artikel blogmu yang mengarah ke artikel blogmu yang lain. Dengan cara ini, kamu ngasih lebih banyak alasan buat pembaca untuk makin percaya sama bisnismu.

Serunya lagi dari memanfaatkan artikel blog buat promosi adalah hal ini bisa ngasih kamu penghasilan pasif (passive income). Lagipula, nggak semua subscriber emailmu bakal baca blogmu, dan nggak semua pengguna internet itu adalah subscriber emailmu.

Ini dia 5 langkah simpel buat mulai ngidupin blogmu:

  1. Daftar akun gratisan di systeme.io

  2. Klik tombol "create a blog"

  3. Mulai nulis konten yang emang ditargetkan buat bidang (niche) kamu

  4. Terbitkan artikel blognya

  5. Kasih tahu daftar emailmu soal postingan baru tersebut

Tuh kan, prosesnya nggak harus dibikin ribet dan bikin pusing—apalagi kalau kamu pakai systeme.io memungkinkan kamu buat bikin blog dan menerbitkan artikel tanpa batas, bahkan lewat akun gratisan sekalipun!

3.7. Tip 12 — Ajak interaksi calon pembeli di media sosial

Photo by Karolina Grabowska

Cara gampang lainnya buat ngerawat dan memperbesar daftar emailmu adalah dengan aktif berinteraksi sama audiens di media sosial. Kalau dilihat sekilas, media sosial emang bukan pilihan utama buat ngumpulin alamat email.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, kebanyakan pengguna justru sering berinteraksi dengan merek favorit mereka lewat aplikasi kayak Facebook, Instagram, Twitter (X), dan sejenisnya. Media sosial juga jadi wadah yang super gampang buat berbagi konten, karena orang-orang biasanya pakai platform ini buat tetep terhubung sama teman dan keluarga mereka.

Ditambah lagi, orang-orang sekarang ngabisin banyak banget waktu seharian cuma buat mantengin HP mereka.

eMarketer nemuin kalau rata-rata waktu layar (screen time) harian orang Amerika Serikat itu mencapai 3 jam 43 menit. Data dari Statista juga nunjukin kalau pengguna rata-rata ngabisin waktu 2 jam 3 menit sehari cuma buat mainan media sosial.

Jadi nggak heran kan kalau pengguna ngerasa jauh lebih nyaman berkomunikasi sama sebuah merek lewat media sosial!

Ini dia tiga alasan kuat kenapa kamu wajib banget gedein daftar emailmu pakai bantuan media sosial:

  1. Jumlah pengguna media sosial terus meroket

    Mau apa pun pasar atau industri yang kamu incar, peluang audiensmu aktif di media sosial itu gede banget. Miliaran orang di seluruh dunia udah mainan media sosial, dan angka ini diprediksi bakal terus bertambah setiap tahunnya.

  2. Orang-orang suka berinteraksi sama merek di media sosial

    Makin ke sini, makin banyak orang yang nge-follow merek yang mereka suka dan dukung di berbagai platform media sosial. Malahan, sekitar 47% pengguna sengaja nge-follow akun bisnis biar nggak ketinggalan berita terbaru seputar perusahaan tersebut. Ini artinya pengikutmu udah siap banget buat berinteraksi, dan peluang mereka buat mau ngebagiin informasi kontak mereka jadi jauh lebih gede.

  3. Media sosial nyediain berbagai fitur keren buat ngumpulin alamat email

    Kebanyakan platform media sosial sekarang udah nawarin fitur khusus bisnis yang ngebantu banget sebuah merek buat berkomunikasi dan berinteraksi sama pelanggan mereka. Contohnya, sebagian besar platform mengizinkan akun bisnis buat masang tautan yang bisa diklik (clickable links), bikin jajak pendapat (polls), sampai pasang iklan khusus buat jaring prospek (lead generation ads) yang ngebantu banget buat ngumpulin alamat email.

Satu trik lagi yang bisa kamu cobain adalah berkolaborasi dengan orang lain yang ada di bidang (niche) yang sama, biar tingkat eksposur bisnis kalian berdua bisa sama-sama naik drastis.

3.8. Tip 13 — Bikin penawaran co-marketing bareng mitra bisnis

Tip terakhir dari kami adalah berkolaborasi dengan seseorang yang ada di bidang (niche) yang sama denganmu. Ibaratnya, kalau kamu bisa ikutan makan siang di meja anak-anak populer, otomatis kamu bakal dianggap bagian dari geng anak eksis juga.

Nah, keuntungannya jelas jauh lebih banyak daripada sekadar bikin gengsi naik atau dapet undangan ke acara-acara keren.

Ini adalah cara yang mantap banget buat memposisikan bisnis barumu di antara perusahaan-perusahaan yang udah lebih gede dan sukses.

Berikut 3 keuntungan utama berkolaborasi dengan bisnis lain:

  1. Kolaborasi bisa jadi modal pemasaran yang murah meriah

    Pas kamu lagi nggak punya banyak modal buat diputar ke iklan, kamu bisa dengan gampang ngedapetin nama besar lewat bantuan perusahaan yang udah mapan. Anggap aja ini hubungan simbiosis mutualisme. Contohnya, ngajak bisnis yang lebih gede buat bikin kampanye email bareng bisa narik perhatian publik yang bagus, dan artinya kamu bakal dapet untung dari gabungan dua basis audiens sekaligus.

  2. Kolaborasi bawa keahlian baru ke dalam bisnismu

    Kamu mungkin emang yang paling jago di bidangmu, tapi kamu pasti nggak bisa menguasai semua hal sendirian. Nah, berkolaborasi dengan perusahaan lain bikin kamu bisa belajar langsung dari mereka yang udah asam garam duluan di dunia bisnis. Ini cara instan buat nemuin tren baru, memetakan area mana yang bisa digenjot buat berkembang, dan nunjukin ke pelanggan segala potensi yang bisnismu punya.

  3. Kolaborasi itu prosesnya cepat

    Kecuali kalau kamu lagi beruntung banget bisa langsung viral, yang namanya pemasaran itu pasti butuh waktu. Duet bareng perusahaan lain bakal mempercepat proses tersebut dengan cara ngenalin bisnismu ke pelanggan dan relasi baru. Konten, pemasaran dari mulut ke mulut, sampai social media marketing bakal dapet efek yang berlipat ganda karena ada dua perusahaan yang ngerjain satu kampanye yang sama.

Pemasaran kolaboratif (collaborative marketing) adalah senjata yang ampuh banget buat memperluas jangkauanmu, bikin merekmu kelihatan makin tepercaya (authentic), dan ngebangun lingkaran bisnis yang saling merekomendasikan.

Buat bisnis baru, ngebangun rasa percaya dan dapet pembelaan jangka panjang dari pelanggan (long-term advocacy) adalah kunci utama buat bisa terus tumbuh dan bertahan hidup.

4. Alat terbaik buat ngebangun dan memperbesar daftarmu

Sekarang kamu udah tahu persis apa aja yang harus dilakukan buat ngebangun, memperbesar, dan ngerawat daftar emailmu. Tapi, mungkin kamu masih bingung mau pakai alat bantu apa.

Kalau kamu belum ngeh dari tadi sepanjang membaca postingan ini, nah di bagian inilah kami mau merekomendasikan systeme.io sebagai alat terbaik buat beresin tugas itu.

Systeme.io bisa ngebantu kamu buat langsung tancap gas memulai kampanye email marketing-mu (secara gratis!), sekaligus ngebantu kamu mengelola berbagai aspek lain dalam menjalankan bisnis online.

Selain untuk email marketing, kamu juga bakal dapet akses ke fitur-fitur keren seperti:

  • Kirim email tanpa batas

  • Sales funnels

  • Artikel blog tanpa batas

  • Situs keanggotaan (membership sites)

  • Aturan otomatisasi dan alur kerja (workflows)

  • A/B testing

  • Kode kupon diskon

  • Dukungan layanan pelanggan lewat email 24/7

Dilihat dari sudut pandang mana pun, ini jelas penawaran yang menggiurkan banget. Serunya lagi, kamu nggak perlu langsung percaya gitu aja sama omongan kami. Langsung aja buktiin dan cobain sendiri hari ini!

Nah, itu dia! 13 strategi yang bisa kamu pakai buat ngebangun, memperbesar, dan ngerawat daftar emailmu.

Meskipun semua tips tadi ampuh banget buat ngebantu kamu ngumpulin alamat email dan ngisi daftarmu, ada satu hal paling utama yang wajib selalu kamu ingat: selalu berikan manfaat (value) nyata. Email marketing itu bisa jadi strategi pemasaran yang menghasilkan cuan melimpah, bahkan bisa kerasa kayak permainan yang seru banget.

Tapi ingat, ini semua bukan cuma soal memperbanyak jumlah daftar email aja. Ini soal ngebangun hubungan yang baik sama orang-orang yang ada di dalam daftarmu itu.

Para subscriber-mu udah menaruh kepercayaan dengan ngasih alamat email mereka, jadi jangan sampai kamu mengkhianati kepercayaan itu atau malah ngirimin email sampah (spam). Bangun daftarmu dan rawat baik-baik dengan email yang berkualitas tinggi, penawaran eksklusif, informasi yang kaya manfaat, serta gaya bahasa yang personal.

Tunggu apa lagi? Yuk, langsung gas ngebangun daftar emailmu pakai systeme.io!

Banyak dibaca

Autem dolore, alias, numquam enim

By John Doe on Jan 5, 2022

Quis autem vel eum iure

By Mark Smith on Jan 5, 2022

Neque porro quisquam est

By John Doe on Jan 5, 2022

Ut enim ad minima veniam

By Mark Smith on Jan 5, 2022

Tentang blog ini

Melalui blog ini, saya akan berbagi strategi pemasaran digital—mulai dari cara membangun sales funnel yang menghasilkan, mengoptimalkan email marketing, hingga strategi menghasilkan pendapatan tambahan lewat affiliate marketing. Di sini, semua teori rumit diubah menjadi panduan praktis yang bisa langsung diterapkan untuk mengembangkan bisnis digital dari rumah. Ayo, belajar bersama di era digital!

TIPS BISNIS ONLINE

Dapatkan strategi bisnis online untuk meningkatkan penghasilan tambahan langsung ke email Anda.

Disponsori oleh © systeme.io