Menerbitkan buku tanpa modal? Bisa kok. - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Selasa, 05 Januari 2021

Menerbitkan buku tanpa modal? Bisa kok.

 




Anda punya hobi menulis tapi bingung, ketika mau menerbitkan buku?. Anda bisa membaca artikel saya sebelumnya tentang nama-nama penerbit. Artikel ini adalah sambungan artikel sebelumnya dan akan mengupas tips dan trik menerbitkan buku bagi anda yang tidak memiliki modal fulus alias uang, yakni;


Pertama. Tembus Penerbit Mayor, dengan cara ini dijamin anda tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Namun ada juga kelemahannya yakni kondisi pandemi saat ini yang membuat toko-toko buku tutup. Belum lagi royalti yang lumayan kecil. Sebagai pengalaman pribadi saya misalnya harga buku saya dijual Rp. 35 ribu berarti royalti saya hanya Rp. 3.500 per buku dalam 3 tahun buku saya terjual 1000 buku maka royalti saya selama 3 tahun adalah Rp. 3.5 juta. Jumlah yang kecil memang. Kecuali  buku kita best seller yang terjual belasan ribu eksemplar seperti buku Laskar Pelangi dan lain sebagainya, bisa jadi royati kita mencapai Rp. 1-2 juta perbulan. 


Kedua. Bikin buku antologi, dengan bikin buku keroyokan bisa lebih meringankan beban modal awal dalam menerbitkan buku, Semakin banyak penulis yang terlibat, patungan bisa lebih murah. Disini anda bisa jadi kurator yakni orang yang mengumpulkan hasil karya orang lain. Tapi saya punya pengalaman kurang menyenangkan saat gabung buat buku antologi PJJ yakni kita gak punya hak jual. Harga sudah ditetapkan Kurator buku dengan harga pasaran untuk penulis. Lalu keuntungan penulis dari mana. Cara seperti ini saya kurang suka. Untuk itu bagi anda yang kelak jadi Kurator saat menjual buku ke penulis, jangan pakai harga pasaran kasihan penulisnya tidak dapat untung. Karena buku antologi kerja bareng, ya untungnya juga harus bareng-bareng. 




Ketiga. Buka PRE ORDER. Dengan  Pre order kita bisa mengumpulkan dana di awal. Misalnya modal awal mencetak buku Rp. 1 juta maka kita bisa cara pemesan diawal dengan menjual buku lebih murah, tujuannya mereka tertarik beli dan uang pemesanan kita terima diawal, Ini pernah saya praktikan saat menjual buku Tetaplah Berkarya di tengah wabah. Hasil pre oder Rp, 1 juta maka saya tak memakai dana pribadi saat mencetak buku alias dana dari Pre Order.

Keempat. Cari SPONSOR. Ini juga penting jika anda ingin gratis mencetak buku. Misalnya modal awal cetak Rp. 1 Juta, maka saya buat 4 spot iklan masing-masing Rp, 250 rb.  Maka terkumpullah modal awal Rp. 1 Juta dari sponsor.


Jangan lupa saat buku anda terbit, tambahkan iming-iming. Misalnya saya jual buku sekalian pendampingan menulis buku sampai menerbitkan. Pasang stiker bonus "GRATIS BIMBINGAN MENERBITKAN BUKU". Biasanya para pembeli tertarik dan anda pun untung karena  anda memiliki peluang untuk berkarya pada buku selanjutnya.


2 komentar:

  1. Mantap tipsnya pak. Sangat bermanfaat untuk Penulis pemula yang sangat ingin menerbitkan buku ����

    BalasHapus