Tulislah dari sudut pandang berbeda - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Senin, 12 Oktober 2020

Tulislah dari sudut pandang berbeda

 



    Pernahkah kita perhatikan hasil karya tulis  siswa pada saat study tour, misalkan kita pergi mengunjungi candi Borobudur atau pergi ke Kuala lumpur. Pasti mereka hanya fokus pada sejarah tempat tersebut, yang biasanya mereka lihat dari kakak kelas atau bahkan tinggal copy paste dari internet. Yang penting karya tulis mereka selesai meskipun isinya dirubah sedikit dari milik teman-temannya.

    Padahal kalau kita ingin menjadi penulis maka kita harus menulis dari sudut pandang berbeda, saat kita mengunjungi Candi Borobudur misalnya, bisa saja mereka mewawancari pedagang disekitar candi, berapa omsetnya, kapan waktu ramai dan lain sebagainya. Namun sayangnya bisa jadi guru yang memberi tugas tidak mau menerima, padahal dari sanalah kita melatih mereka untuk berimajinasi dalam menulis. 

    Saat mengunjungi Kuala Lumpur misalnya, ketika orang lain fokus pada tata kotanya, saya menyempatkan diri mencari sesuatu yang berbeda, yakni gaya hidup anak-anak mudanya. Ketika orang lain bercerita tentang pengalamannya selama di Malaysia, saya malah membuat novel dengan genre petualangan dengan berimajinasi suasana di Kuala lumpur. Saya kunjungi pasar tradisional di Chowkit, saya coba bus umum di KL Central demi menghidupkan imajinasi dalam membuat novel. Dengan mengunjungi pelosok kota sambil berjalan kaki membuat imajinasi saya membumbung tinggi. Seolah merasakan hiruk pikuk suasana kota.

    Diakhir tulisan ini mungkin anda masih  ingat penulis novel  Habiburahman yang membuat cerita Ketika Cinta Bertasbih dan akhirnya booming. Karena saat itu dunia novel remaja sudah dibumbui cerita berlatar korea sedangkan beliau datang dengan cerita yang berlatar di Timur Tengah. Belum lagi alur percintaannya dikemas dengan cara berbeda.

    Jadi jangan takut, jika tulisan kita berbeda dengan orang pada umumnnya karena bisa jadi sudut pandang yang kita gunakan juga berbeda dari yang lain. Itulah pesan dari Tere Liye bukan dari Ridwan Liye.

Salam literasi


Ridwan Nurhadi

Day7AISEIWritingChallenge




20 komentar:

  1. Cara sudut pandang yang berbeda memperkaya kita berimajinasi dan membuat tulisan kita tidak monoton. Benar ngga sih? Salam.literasi

    BalasHapus
  2. Mantul ki pak Ridwan, menjadi penyemangat pokok e. Nulis saja dan pasti ada manfaat e

    BalasHapus
  3. Tulisan yg bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus
  4. keren... www.harry-kusumo.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Setuju Pak Ridwan Nurhadi Liye .... Sudut pandang menentukan penilaian dan setiap orang punya nilai yang berbeda-beda yg harus di hargai berapapun nilai itu.

    BalasHapus