Berjumpa dengan sang guru di Assalam - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Kamis, 13 Agustus 2020

Berjumpa dengan sang guru di Assalam



Mendapatkan undangan mengisi training di SDIT Assalam menjadi sebuah hal yang paling menarik dalam hidup saya, lebih menarik dari hiruk pikuk kartu Pra kerja. Assalam adalah tempat saya 'terlahir' sebagai guru. Adalah Ustadz Bukhori yang mengundang saya adalah kepala sekolah sekaligus guru saya.

Menapaki tangga menuju gedung SDIT Assalam menjadi kenangan tersendiri saat saya masih mengabdi disana. Gedung yang kini lebih megah dari awal eksistensi saya dikisaran tahun 2010. Berarti sudah 10 tahun waktu telah berlalu, namun setiap pojok kenangan itu masih dapat saya rasakan. Ketika mengisi kelompok murojaah di tepi sawah, atau melihat anak-anak bermain bola.


Pukul 8 tepat saya datang, karena memang cuma butuh waktu 5 menit dari rumah, pagi itu saya bangun pagi lebih semangat dari biasanya. Hari ini saya berjumpa dengan rekan-rekan seperjuangan saya dahulu, Bu Yulia, Bu Neneng dan Pak Andri. Awal pembukaan diawali canda dengan guru-guru disana, materinya hari ini hanya satu yakni tentang video pembelajaran. Maka saya dapat lebih fokus mengembangkan materi pelatihan. Bahkan ada waktu untuk mempraktikkan materi Green screen. Karena berbeda dengan saat saya mengisi di sekolah-sekolah lainnya yang memang padat materinya dikisaran learning management system.

Training diakhiri setelah waktu salat zuhur masuk, guru-guru SDIT Assalam pun menyelesaikan proyek membuat video sampai menguploadnya ke Youtube. Cuma dalam waktu 30 menit tugas selesai. Sungguh guru-guru yang luar biasa, apalagi bu Hana yang menjadi juara uploader pertama. Setelah acara training usai kita makan siang dengan menu bebek goreng. Wah ustadz Bukhori tau aja menu favorit saya. 


Acara usai, cuma saya lupa untuk minta foto bersama sebagai dokumentasi, mungkin gara-gara efek kekenyangan. Hari itu menjadi hari luar biasa dapat berbagi dan belajar bersama para guru-guru saya. Beliau-beliau yang 'menarik' saya kedunia pendidikan tepat ditahun 2010. Saya jadi ingat motto saya saat itu, profesi didunia ini hanya ada dua. Guru dan bukan Guru. 

Barokallahu buat SDIT Assalam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar