Awas tertipu dana investasi - Ridwan Nurhadi

Breaking

Teacher | Writer | Trainer | Blogger | Youtuber

Rabu, 12 Agustus 2020

Awas tertipu dana investasi



Masih ingatkah dengan bintang iklan Budi Setiawan yang sering muncul di Youtube. Ternyata dia orang susah gaes. Bukan berarti iklan investasinya bodong ya, tapi saya akan berbagi kisah nyata melalui blog ini. Kisah pribadi yang saya angkat kelayar kaca (layar hp maksudnya) agar pembaca dapat mengambil pelajaran dari pengalaman pribadi saya tersebut. Karena saat ini sedang booming kembali bisnis investasi baik berupa emas maupun uang.

TERTIPU PULUHAN JUTA RUPIAH
Pada akhir tahun 2008 Indonesia terhantam krisis moneter kedua, saat itu perusahaan tempat saya bekerja mulai oleng. Akhirnya tahun 2010 terjadi PHK massal karena perusahaan bangkrut, saya dan teman teman mendapatkan pesangon sesuai dengan lama bekerja dan jabatan saat itu. Setelah 2 tahun pesangon itu mendekam dirumah pada tahun 2012 uang pesangon tersebut saya depositokan di bank Syariah.



Karena saya merasa bagi hasil di Bank terlalu kecil, akhirnya saya tergiur salah seorang mentor saya untuk melakukan investasi dalam jumlah besar. Memang kalau ditelaah lebih lanjut bagi hasilnya tidak masuk akal. Namun berhubung yang mengajak adalah seseorang yang aktif didunia dakwah juga akhirnya saya ikut dalam bisnis investasi berupa saham emas. Tidak tanggung-tanggung saya beli 15 juta saham emas dan ikut juga investasi dana haji 5 juta jadi total dana investasi saya saat itu 20 juta. Kebayangkan tahun 2012 UMR masih 1 jutaan dan saya inveskan dana 20 jutaan. Inilah tampilan saham yang saya miliki.



Awalnya investasi tersebut seperti trading emas secara online, kita diberikan akun masuk ke aplikasi ke Trading Emas, kita beli saat harga emas turun dan kita jual saat harga emas naik. Namun hal ini tidak berlangsung lama, hanya dalam waktu 3 bulan server down dan aplikasi tak bisa di akses, parahnya lagi tidak jelas kemana harus menagih dana investasi tersebut.

Sudah jatuh tertimpa tangga, itu kata yang pas mewakili kondisi saat itu, karena saat bisnis emas ambruk, investasi dana haji juga dilarang pemerintah. Ibarat efek domino, tahun 2013 pemerintah melakukan cleansing terhadap bisnis investasi.Semua bisnis bodong disapu bersih. Diawal tahun 2013 saya kehilangan uang Rp. 20 juta (jumlah yang cukup fantastis jika di presentase UMR saat itu baru 1,5 juta perbulan).

WASPADA BUKA MATA BUKA TELINGA
Niat saya awalnya baik yakni dana investasi emas keuntungannya saya akan masukkan kedalam dana investasi haji namun kenyataannya tidak sesuai harapan. Kata INVESTASI memang selalu menggiurkan, karena uang yang bekerja untuk kita. Namun sebelum anda melakukan investasi ada baiknya cari informasi apakah bisnis itu sesuai syariah dan jangan lupa BUKA MATA BUKA TELINGA pelajari betul betul legalitas bisnis tersebut agar dana anda tidak melayang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar