Cara Menulis Barbar ala OM Bud - Ridwan Nurhadi

Breaking

Teacher | Writer | Trainer | Blogger | Youtuber

Minggu, 12 April 2020

Cara Menulis Barbar ala OM Bud





“Jadi kemauan itu lebih powerfull ketimbang ide?” tanya saya mengawali kuliah online bersama Bapak Budiman Hakim penulis buku “Menulis tanpa ide”. “Gak keduanya bro, yang penting anda punya otak untuk berpikir dan hati untuk merasa, itu cukup”. Jawab Om Bud panggilan akrab Pak Budiman Hakim penulis buku. Wah jujur saja saya (Ridwan Nurhadi) merasa terusik dengan gaya penulisan barbar begini. Kok dibilang barbar sih. Iya dong menurut pelatihan menulis yang saya ikuti dan akhirnya menghasilkan buku Cara kaya dari dunia maya, Belajar bijak dan Misteri dhuha (Sedikit promosi ya).Menulis itu harus bikin ide pokoknya dulu lalu rancang kerangkanya dan lain sebagainya. Nah teorinya om Bud ini barbar sekali tanpa menunggu Ide kita sebenarnya bisa menggunakan hati bukan cuma pikiran.

Pada kesempatan kuliah online ini  buat para pembaca yang gabut.  saya rangkum pernyataan Om Bud tentang menulis tanpa Ide, yakni;

1. MEMANFAATKAN EMOSI.
Caranya yaitu dengan menuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari. Metode ini biasa beliau sebut dengan CERPENTING, Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting.

Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita. Meskipun ceritanya sepele tetapi ternyata kita dapat tertawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Namun, perlu dipahami dengan benar bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING. Misalnya yang memiliki anak kecil pastinya sering tertawa melihat kelucuan anaknya atau pada saat kita ingin bercerita pengalaman yang menakutkan, kita dapat bercerita waktu dikejar-kejar oleh binatang yang sangat kita takuti.

Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Mengapa? hal ini karena jika kita mampu menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi jika kita berhasil menuliskan hal yang SANGAT PENTING. Jika sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis.

2. MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita peroleh, dapat kita konversikan menjadi ide. "JANGAN MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU." ingatlah kalimat sakti tersebut.

triknya adalah dengan memperhatikan sekeliling kita. Lalu kita tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera. Kemudian gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat. Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera kita, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.

Sebagai contoh, Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu.Tetapi sayangnya Kang Asep idenya lagi mandeg.
Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala sedari tadi tapi masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya. Asep memandang ke sekeliling kamar dan mengamati benda apa saja yang terdapat di kamarnya. Setelah itu dia menuliskan benda-benda yang ditemukannya.
Benda-benda tersebut adalah :
1. PRINTER
2. KERTAS
3. DINDING
4. AC
5. JAM
6. LAPTOP
Setelah itu, Asep mulai mengetik. Dia menyusun kalimat yang menghubungkan semua benda tadi. Dan beginilah hasilnya :
"PRINTER warna hitam di depanku menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong  yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat DINDING tampak pucat, barangkali kedinginan karena berjam-jam disembur AC yang begitu angkuh. JAM menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga kosong. Dan hingga detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri."
Asep mengaku belum punya ide untuk menulis. Tapi dia telah memiliki sebuah tulisan yang sangat bagus. Luar biasa, bukan?
Satu hal yang perlu dicatat bahwa Asep baru memanfaatkan INDERA PENGLIHATAN. Asep telah membuat sebuah tulisan yg bagus hanya dengan mengandalkan matanya.

Padahal kita masih mempunyai indera penciuman, pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk bereksplorasi. Semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk membuat tulisan pemancing ide. Pointnya adalah bahwa kita sebagai manusia harus mempunyai creative attitude. Bahwa setiap hal-hal kecil yg kita tangkap selalu membuat kita terpicu untuk menuliskannya. Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik. Menulis itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih. Berlatih memang sebuah periode yang membosankan. Itu sebabnya metode ini diciptakan supaya proses latihan jadi menyenangkan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pemilihan  kalimat pada saat menuliskan Cerpenting, bisa bervariasi. Kita dapat memakai kalimat aktif, kalimat pasif, atau gabungan dari kedua kalimat tersebut. Kita juga dapat menyisipkan majas metafora ke dalam tulisan kita. Tetapi jurus ini hanya akan berlaku pada tulisan fiksi. Untuk karya non fiksi, penulis harus benar-benar handal dalam memilih kata agar pembaca tidak bosan ketika membacanya.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa dalam penulisan, kita akan memasuki dua ruangan yaitu ruang imajinasi dan ruang editing. Yang pertama harus kita masuki adalah ruang imajinasi. Di sini kita harus berimajinasi sebebas-bebasnya. Lupakan tata bahasa, lupakan norma dan lupakan nilai-nilau apapun pada saat melakukan nya  Setelah cerita selesai ditulis barulah kita masuki ruang editing. Di sinilah semua tata bahasa dan nilai-nilai tadi kita masukkan. Di sinilah hati nurani menjadi sensor tulisan kita sehingga kita akan menghasilkan tulisan yang bagus dan berbobot.

Pemilihan diksi dalam tulisan itu juga  penting. namun, memilih diksi yang bagus butuh pengalaman yang banyak. Diperlukan waktu yang khusus untuk banyak membaca karya-karya orang lain. Karena semakin sering  membaca, maka kamus kosa kata kita akan semakin bertambah, sehingga ketika kita menulis kita dapat menggunakan kata yang tidak biasa dengan menggunakan kata kerja dari subyek yang berbeda.

Jadi intinya bro, gak perlu nunggu ide datang baru menulis. So nyalakan laptop dan biarkan hati dan pikiran kita berkolaborasi diatas tuts keyboard laptop kita. Yuk kita coba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar