Yang paling penting dalam menulis adalah KOMITMEN - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Sabtu, 10 Oktober 2020

Yang paling penting dalam menulis adalah KOMITMEN

 



    Om Jay pernah berpesan "Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi." Kalimat itu terlihat sederhana dan mudah, namun pada tataran aplikasinya kadang terasa amat sulit. Saya pernah ditegur beliau untuk mengumpulkan resume pelatihan menulis dengan alasan sibuk saya coba untuk berkelit. Namun beliau langsung memberikan jawaban yang menghujam ke hati atas alasan tersebut yakni "Bagi seorang penulis tak ada istilah sibuk."

    Tahun 2008 saya pernah menulis buku dan selanjutnya saya pasif, hal tersebut dikarenakan saya tak punya komitmen untuk melanjutkan membuat karya. Dengan penerbitan buku "Cara Kaya dari Dunia Maya" saya kira cukup untuk membranding diri saya sebagai seorang penulis. Melihat pengorbanan waktu tak sebanding dengn kecilnya royalti dari buku tersebut perlahan saya mulai malas untuk menulis. Padahal bagi seorang penulis yang idealis, royalti bukanlah standar untuk berkarya, namun berbagi manfaat bagi sesama.

    Alasan sibuk adalah alasan klise bahkan alasan yang termasuk omong kosong. Tere Liye ditengah kesibukannya sebagai seorang akuntan mampu menyelesaikan 41 novelnya hingga saat ini. Bayangkan novelnya yang begitu tebal dan berisi ratusan halaman. Hebatnya lagi beliau mampu menulis puluhan novel dengan genre yang berbeda.

    Komitmen untuk menulis setiap hari maka menjadi penting agar kemampuan menulis kita terasah. Seperti yang dilakukan AISEI Writing Club membuat tantangan menulis setiap hari meskipun itu hanya CERPENTING alias Cerita Pendek tidak Penting. Dengan tantangan tersebut diharapkan kita mampu mengembangkan ide-ide dari hal sederhana yang kita temukan setiap hari. Dari kebiasaan itulah akan lahir komitmen dalam artian kita dipaksa atau terpaksa untuk membentuk komitmen tersebut.

    Di akhir tulisan saya ijinkan saya mengutip perkataan seorang penulis yakni; "Seorang penulis yang semangat akan menjadi lebih hebat dibandingkan seorang penulis yang berbakat". Selamat berkarya teman-teman semua, salam literasi.



Ridwan Nurhadi

Day5AISEIWritingChallenge



16 komentar:

  1. Setuju kutipannya pak, semangattt berjuabg dalam Challenge writing AISEI.

    BalasHapus
  2. Terima kasih motivasinya, Pak Guru!

    BalasHapus
  3. Seorang penulis yang semangat akan menjadi lebih hebat dibandingkan seorang penulis yang berbakat. Nice

    BalasHapus
  4. Artikel bapak pun tajam menusuk tapi telah memotivasi saya yang pemula dan baru belajar. Terimakasih

    BalasHapus
  5. Keren Pak Ridwan
    Penulis
    Trainer
    Motivator

    BalasHapus
  6. Keren Pak Ridwan
    Penulis
    Trainer
    Motivator

    BalasHapus
  7. Hebat Pak Ridwan, mengingatkan kita semua agar terus semangat dan mencoba terus menulis...

    BalasHapus
  8. Salam literasi
    Kalau di korek-korek kata salam literasi sudah sangat familier buat saya pak sebagai tukang sayur.
    Salam = Daun Salam
    Liter = ukuran minyak juga bisa
    Terasi = Maknyus buat bikin sambel


    Salam Literasi dari tukang sayur ...hehehe

    BalasHapus