Taklukan 'deadline'mu - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Jumat, 23 Oktober 2020

Taklukan 'deadline'mu

     



    Siang ini saya dapat pesan dari Prof. Eko, beliau memberikan deadline atau batas waktu sampai akhir bulan ini, dalam artian seminggu ini naskah buku grup menulis yang dikomandoi beliau harus mengumpulkan naskah. Hati langsung berubah dag dig dug, adrenalin meningkat membaca pesan tersebut. Seminggu apakah mampu, itu yang ada dibenak saya.

    Namun bagi para deadliner berhadapan dengan batas waktu bisa jadi menantang namun bagi yang tidak suka, maka dikejar deadline akan membuat diri stress, Untuk itu dibawah ini ada beberapa tips agar kita dapat menaklukan deadline tersebut, namun tips dibawah ini bukan dari Tere Liye ya.

    Pertama, buat skala prioritas. Yuk kita breakdown waktu dalam seminggu berarti 7 hari dan dalam 7 hari itu terdapat 168 jam atau setara dengan 10.080 menit. Wah kalau dijumlahkan seperti ini ternyata kita masih punya waktu banyak kok.

    Kedua, stop menunda. Pepatah "Pekerjaan itu akan ringan jika tidak dikerjakan" itu jelas ngawur, jangan-jangan kita dikejar deadline karena kita menumpuk pekerjaan. Ayo ngaku siapa yang suka santuy seharian.

    Ketiga, kerjakan sekarang juga. Setelah kita diburu deadline maka tugas kita adalah berlari bukan berjalan kan namanya juga berburu. Jadi kerjakan mulai detik ini juga, gak perlu cari alasan apapun.

    Itulah tiga cara yang saya tulis yang mungkin berguna bagi diri saya pribadi agar jangan menjadi  deadliner. Waktu itu ternyata sangat berharga karena waktu tak bisa diulang, diputar dan bahkan dicelupin.


#Day17AISEIWritingChallenge 

Wah sudah seventeen aja ya, gak berasa!


13 komentar:

  1. Lagi kejar-kejaran deadline ya pak. Semoga sukses bukunya

    BalasHapus
  2. Semoga buku di Oktober Cerianya kelar. Saya kibar bendera putih, secara jam terbang masih bayi merah.

    BalasHapus
  3. Kalau dicelupkan itu jadi Oreo ya pa he he..
    Terimakasih tips nya pa...

    BalasHapus
  4. Semangat Bapak, semoga bukunya selesai tepat waktu ya

    BalasHapus
  5. Mantap Mas Ridwan... Diingatkan deadline biar terus jalan hehe smangat!!

    BalasHapus
  6. ikutan lari deh, biar tidak ketinggalan sama sahabat hebat semua. tak kejar ya pak..

    BalasHapus
  7. Waktu bagai sebuah daun gugur yang terbawa arus air mengalir, yang hilang dan tidak bisa kita cari sampai di mana daun tsb.
    Menjadi dead liner memacu adrenalin yang membuat kita semakin termotivasi untuk terus berjuang supaya menjadi semakin baik. Salam literasi Pak Ridwan, semoga semakin sukses.

    BalasHapus