Beginilah cara belajar daring yang menyenangkan - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Minggu, 11 Oktober 2020

Beginilah cara belajar daring yang menyenangkan

 



Pahami dulu cara Pembelajaran Jarak Jauh

    Pandemi Covid 19 belum juga usai, tak terasa dibulan Oktober 2020 ini kita sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan istilah PJJ selama tujuh bulan.  Adapun tujuan PJJ adalah mendorong kolaborasi orang tua, guru dan murid untuk belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah virus corona, memastikan anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menantang, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak.

    Menurut situs gurubelajar.kemdikbud.go.id, pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan 5 M , yakni; Pertama, memanusiakan hubungan dengan cara mengumpulkan informasi tentang kesiapan siswa dan orang tua. Kedua, memahami konsep yakni memberikan penjelasan kepada orang tua dan siswa tentang tujuan pembelajaran. Ketiga, Membangun keberlanjutan dengan cara memberi umpan balik pada tugas yang siswa kumpulkan.  Keempat, memilih tantangan yakni dengan memberikan tugas yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Kelima, Memberdayakan konteks dengan memberikan penugasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain cara PJJ, kemdikbud juga membuat tujuan, prinsip dan pendekatan PJJ yang dijabarkan dalam infografis sebagai berikut;




Pilih Aplikasi pembelajaran yang sesuai

    Setelah memahami cara, tujuan, prinsip dan pendekatan PJJ maka tugas kita selanjutnya adalah memilih  aplilkasi pembelajaran yang akan digunakan. Pada salah satu webinar tentang PJJ yang pernah saya moderatori, Wijaya Kusumah pernah berkata "Pergunakanlah aplikasi pembelajaran yang nyaman bagi guru dan siswa karena setiap sekolah memiliki kondisi yang berbeda". Setelah mendengar ucapan tersebut maka saya terinspirasi untuk mengadakan survey terhadap 50 guru dari perwakilan 50 sekolah yang terwadahi oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kabupaten Tangerang. Berhubung saat itu saya diberikan kepercayaan untuk mengisi training guru secara daring untuk tingkat kabupaten sehingga mempermudah saya melakukan survey. 


    Pada survey ini saya menanyakan aplikasi pembelajaran yang akan diterapkan pada sekolah masing-masing, maka aplikasi yang banyak terpilih adalah Google Classroom karena dianggap paling mudah digunakan. Aplikasi Quipper dipilih pada urutan nomor dua karena memiliki bank soal sehingga guru tidak perlu lagi membuat soal. Aplikasi pembelajaran selanjutnya yang diminati adalah Edmodo karena aplikasi ini memiliki fitur Edmodo Parents, sehingga aplikasi ini secara otomatis mengirim laporan perkembangan peserta didik dalam pembelajaran daring kepada orang tua masing-masing.

    Aplikasi pilihan terakhir adalah Kelas Maya dari Rumah Belajar Kemdikbud, menurut survey yang saya adakan banyak guru yang beralasan aplikasi ini sulit dipergunakan. Meskipun saat ini Kemdikbud telah bekerjasama dengan penyedia jasa layanan telekomunikasi untuk penyediaan kuota gratis belajar yang menjadikan Rumah Belajar gratis di akses namun belum dapat mendongkrak popularitasnya.


    Selanjutnya saya mengadakan survey untuk aplikasi video konferensi yang menjadi favorit guru dan yang menjadi pilihan paling banyak adalah aplikasi Zoom. Aplikasi ini banyak dipilih karena video dan audionya lebih stabil dan bersih ketimbang aplikasi yang lainnya. Aplikasi ini juga dapat melakukan polling dan juga breakout room untuk sarana belajar kelompok melalui video konferensi.


    Dari hasil survey tersebut saya memutuskan memilih dua aplikasi untuk PJJ yakni aplikasi Zoom untuk tatap muka secara daring dan aplikasi Edmodo sebagai media pengumpulan tugas. Edmodo menggunakan cloud storage sebagai media penyimpanan sehingga tidak  menghabiskan internal storage pada smartphone kita.


Cara asyik membuka pelajaran

    Sebelum memulai pembelajaran melalui Zoom, biasanya saya memeriksa daftar hadir para siswa. Cara yang biasa saya pergunakan agar para siswa menyalakan kameranya adalah dengan mengajak foto bersama sebelum memulai pembelajaran. Atau mereka menampilkan emoticon tentang perasaan mereka hari itu. Dari emoticon tersebut bisa berlanjut dengan bertanya kabar, misalnya; kenapa kamu memasang emoticon sedih atau marah. Kita dapat bertanya dengan menu chat pribadi pada kolom komentar.



    Kita juga dapat membuat permaianan sederhana misalnya kita bertanya dan siswa menjawan dengan gerakan, sehingga sebelum pembelajaran dimulai sudah terbangun emosi yang erat antara guru dan siswa. Gerakan untuk menjawab pertanyaan pada aplikasi Zoom dapat kita ubah setiap hari sehingga siswa tidak meraa bosan.




Proses belajar yang kontekstual

    Setelah kegiatan awal atau apersepsi, maka selanjutnya adalah masuk kegiatan inti, Biasanya saya menjadikan benda-benda di dalam rumah siswa sebagai sarana belajar. Contohnya saat pembelajaran Bahasa Inggris dengan tema "Describing things" saya meminta para siswa mengumpulkan 5 benda yang ada disekitar mereka. Kemudian benda tersebut diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan disebutkan warna dan bentuknya. Benda-benda yang dikumpulkan pun bisa beragam misalnya hari ini benda-benda di kamar tidur, besoknya benda-benda di dapur dan lusa, benda-benda di kamar mandi.


    Contoh materi selanjutnya adalah "Degree Comparisson" atau perbandingan. Kita dapat menggunakan timbangan untuk mengukur berat benda dan membandingkannya dengan berat benda lainnya. Namun jika siswa tidak memiliki timbangan kita dapat menggunakan gantungan baju sebagai alat timbangnya sehingga kita bisa mengaitkan materi pelajaran dengan benda-benda disekitar siswa.


    Materi pelajaran yang berbasis proyek sangat diminati oleh para siswa, dikarenakan mereka membuat sesuatu. Biasanya dalam pelajaran Bahasa Inggris materi ini berkaitan dengan "Procedure Text". Dalam materi ini saya mempraktikkan langsung cara membuat sesuatu dan para siswa mengikuti dari rumah masing-masing, tentu saja teks prosedur yang dipraktikkan menggunakan bahan atau alat yang mudah ditemukan oleh masing-masing siswa.




Menutup pembelajaran dengan Indah

    Setelah proses pembelajaran selesai, maka jangan lupa untuk memuji para siswa yang mengikuti pembelajaran. Memotivasi mereka agar tetap semangat belajar dan mengingatkan mereka untuk mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dengan cara Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan benar. Jika pembelajaran dapat diselesaikan pada waktu sesuai jadwal maka tak perlu membebani siswa dengan tugas sehingga siswa tidak merasa terbebani hidupnya yang sudah penuh dengan beban.

    Demikianlah proses pembelajaran yang saya laksanakan untuk tingkat SMP, semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan guru sekalian. Dari seorang guru yang terus belajar dan belajar terus demi kemajuan dunia pendidikan di negeri ini.


http://gurupenggerakindonesia.com.

#PGRI

#KOGTIK, 

#EPSON 

#KSGN


2 komentar: