Menciptakan pola belajar efektif ditengah pandemi - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Sabtu, 02 Mei 2020

Menciptakan pola belajar efektif ditengah pandemi



Covid 19 telah merubah segalanya, bukan hanya pola bisnis, kesehatan namun juga pola pendidikan, banyak hal harus berubah karena perubahaan adalah keniscayaan.Tidak berubah berarti punah. Dalam acara pembukaan Self Driving For Teacher,  Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd dalam peringatan Hardiknas 2020 berpesan agar guru merespon wabah Covid 19 ini menjadi sebua pola baru dalam belajar.

Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini memberikan pelajaran berharga bagi dunia pendidikan Indonesia bahwa peran guru tetap tidak tergantikan dengan teknologi, namun guru yang tidak mau akrab dengan teknologi, akan mudah tergantikan. Pandemi ini juga menyadarkan kita agar terus adaptif terhadap perubahan, dan mau belajar dalam situasi apa pun sehingga pendidikan dapat terus berjalan dengan baik.

Orang tua mulai merasakan peran seorang guru yang begitu luar biasa, saat mereka harus mengajar anak -anak mereka dirumah. Dengan wabah ini semoga para orang tua sadar akan pentingnya peran seorang guru dan lebih menghargai profesi guru.

Dunia Pendidikan di Indonesia akan memasuki keadaan New Normal dimana kebiasaan lama dalam melaksanakan pendidikan tidak bisa menjadi patokan, karena perubahan dunia yang begitu cepat. Pelaksanaan pembelajaran termasuk pelatihan-pelatihan skill untuk para pendidik harus diubah dari penekanan pada konten ke proses.

Rhenald kasali bepesan saat mengisi seminar Self Driving For Teacher yang diadakan oleh PGRI agar mendidik siswa jangan menggunakan metode masa lalu sebab mereka belajar dimasa sekarang dan akan berkiprah dimasa depan. Untuk itu beliau berpesan agar para guru menggunakan teknologi yang berorientasi masa depan.

Dalam menciptakan pola belajar dirumah, saya sangat setuju dengan statemen Wijaya Kusumah tentang penggunaan aplikasi sesuai dengan kondisi guru dan siswa, baik itu WA, Google Classroom, Zoom dan Moodle. Dimana penggunaan teknologi tersebut nyaman digunakan oleh guru dan siswa.

Saya juga sangat setuju pendapat Indra Charismiadji tentang  3i  penting sebagai framework di dunia pendidikan yakni

  1. Infrastruktur, berkaitan dengan apa yang akan kita gunakan dalam pembelajaran. 
  2. Infostruktur, Setiap sekolah sebaiknya memiliki domain dalam pembelajaran daring sehingga memiliki pusat data terpadu dan menjaga keamanan informasi.
  3. Infokultur, Kultur era digital harus dibangun dilingkungan sekolah sehingga menjadikan hal yang bukan baru lagi. 

Setelah wabah ini berakhir jangan sampai pembelajaran digital berakhir, namun tetap digunakan sebagai metode blended learning.

3 komentar: