Menulis gaya TOJTRP eta naon? - Ridwan Nurhadi

Breaking

Teacher | Writer | Trainer | Blogger | Youtuber

Minggu, 12 April 2020

Menulis gaya TOJTRP eta naon?



Kuliah online bersama penulis buku best seller "Man Jadda Wajada" sangat menarik. Beliau bernama Akbar Zainudin. Buku pertamanya adalah Man Jadda Wajada. Kini bukunya sudah ada 13-an buku. Menulis sejak SMA. Fokus beliau menulis di bidang motivasi.



Topik pembelajaran malam ini adalah penulisan buku mulai dari ide sampai ke penerbit. Penekanan ada pada langkah menyerahkan naskah ke penerbit. Ada enam langkah menerbitkan buku yang bisa disingkat TOJTRP. Sebelum beliau jelaskan enam langkah tersebut, beliau sarankan untuk lihat YouTube terlebih dahulu. Isinya penjelasanan proses penulisan buku mulai dari ide sampai pengiriman ke penerbit.

Langkah menulis buku itu meliputi enam langkah yang terangkum dalam TOTJRP. Maksunya, langkah pertama adalah Tema. Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun nonfiksi.

Langkah kedua adalah Outline. Buatlah OUTLINE atau DAFTAR ISI. Outline berguna (1) agar tulisan kita terarah, (2) bisa buat jadwal dan target, (3) menghindari "ngeblank" pada saat menulis, dan (4) agar bukunya selesai.

Langkah ketiga adalah J. Buatlah jadwal penulisan. Jadwal bisa dibuat mislanya 30 tulisan itu kapan mau selesai. Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

Langkah keempat adalah T. Tuliskan. Setelah outine dan jadwal ada, berikutnya adalah tuliskan. Dalam hal ini disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.

Langkah kelima adalah R,  REVISI. Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul tulisan/draf sampai sempurna. Yang perlu direvisi antara lain: (1) data dan informasi yang kurang, (2) Tata Bahasa, (3) Gaya Tulisan (Disamakan dari awal hingga akhir), (4) judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

Langkah keenam adalah kirim ke penerbit. Pertimbangan paling utama penerbit adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah pembaca butuh buku kita? Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh? Buku kita menjawab kebutuhan apa? Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.

Sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca. Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan buku kita dibandingkan dengan buku sejenis. Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.

Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual. Cara mengirim naskah: naskah harus sudah jadi dan diprint dikirim dengan hard copy dan soft copy. Kabar diterima (diterima atau ditolak penerbit) atau tidak sekitar 3 bulan.
Sesi dilanjutkan dengan tanya jawab. Sederet pertanyaan untuk narasumber antre menunjukkan bahwa peserta aktif dan antusias. Dari pertanyaan dan jawaban narasumber dapat dirangkum sebagai berikut.

Cara membuat tulisan yang menarik sebagai berikut. Perlu jam terbang dan latihan terus menerus. Narasumber sejak kelas 2 SMP sudah mulai belajar menulis. Jadi, hampir 30 tahun tidak berhenti menulis. Menulis adalah keterampilan. Semakin sering dilatih, akan semakin enak dibaca orang. Banyak-banyak berlatih. Luangkan waktu setiap hari 30-60 menit. Happy writing.

Outline/ struktur daftar isi  untuk naskah fiksi dan nonfiksi. Naskah Non Fiksi berupa: (1) Opening/Pendahuluan (Berisi latar belakang, tujuan dan juga maksud penulisan); (2) Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick), dan (3) Kesimpulan dan Penutup. Outline fiksi berupa tokoh, karakter, alur/plot dan kilmaks serta ending cerita.

Saat ditanya tentang tema, narasumber lebih suka satu tema, biar branding kita jelas. Akan tetapi sebenarnya boleh 2-3 tema, tetapi yang terkait.

Jawaban dari penumbuh semangat menulis ya perlu disiplin. Kalau mau disiplin, dimulai dari pembiasaan. Buat jadwal menulis secara teratur, sekitar 30-60 menit setiap hari. Harus ada waktu yang dikorbankan untuk dialokasikan untuk menulis. Kapan saja boleh, bisa pagi, siang, atau malam. Yang penting konsisten.

Biasanya, buku yang diterbitkan sekitar 100 halaman minimal. Rata-rata itu sekitar 200-300 halaman. Kalau diukur dari karakter, sekitar 40.000-60.000 karakter di komputer. Karakter itu huruf dan spasi.
Buku itu ada yang namanya bunga rampai atau antologi tulisan. Ini dalam satu judul bisa berbeda-beda tema. Disarankan, satu buku untuk satu tema. Judulnya bisa berbeda-beda, tetapi tetap mengacu pada satu tema tertentu. Tujuannya biar pembaca menangkap maksud buku secara keseluruhan.

Menyiasati penulis yang banyak godaan ya tahan godaan. Perbanyak istighfar biar tidak tergoda.

Cara membuat judul yang menarik agar pembaca tertarik dan mau membaca. Judul yang menarik harus provokatif; jelas, tegas, sederhana; judul buku tiga kata. Contoh: MAN JADDA WAJADA: The Art of Excellent Life. Kalau banyak kata untuk subjudul.

Cara meyakinkan penerbit agar buku kita diterbitkan adalah sebagi berikut. Pertama, Yakinkan buku kita akan laku. Buatlah gambaran siapa yang akan beli buku kita dan berapa banyak yang kira-kira akan terjual. Kedua Sodorkan apa yang akan kita lakukan untuk membantu proses pemasaran buku.
Narsum pernah ditolak di salah satu penerbit karena naskahnya kurang lengkap. Setelah dilengkapi, dikirim ke penerbit lain, akhirnya diterima. Setelah bukunya diterbitkan Gramedia, hampir semua penerbit lain menerima naskah bukunya, bahkan mereka yang meminta untuk dituliskan. Karena standar penerbitan di Indonesia memang Gramedia Grup.

Kendala utama penulis pemula adalah MALAS. Lawan rasa malas, terus berlatih, pasti tulisan kita akan jauh lebih baik setahun mendatang.

Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline meminta masukan dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya. Asal jangan semakin bingung. Kalau banyak masukan, dan bingung, bismillah, tentukan saja dan mulailah menulis.

Ada buku-buku yang namanya buku untuk season tertentu. Misalnya kalau mau Pemilu, buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan. Ada juga buku-buku dengan tema yang "abadi", misalnya buku-buku referensi, motivasi, dan sebagainya. How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang.

Naskah yang ditolak penerbit ada yang dikembalikan, ada yang tidak. Tetapi semuanya akan diberitahu baik lewat email ataupun telepon. Kalau naskah ditolak, diperbaiki saja. Lalu kirimkan ke penerbit yang sama atau ke penerbit lain. Ada satu naskah saya ditolak, saya perbaiki, lalu saya kirim ke penerbit lain, alhamdulillah diterima.

Kalau cerpen, temanya tidak harus satu. Boleh kumpulan cerpen. Tetap harus buat outline biar cerpennya bisa bervariasi. Tidak monoton hanya satu cerita. Outline juga penting buat jadwal dan target.

Menulislah yang paling dikuasai dan disenangi. Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress. Fiksi atau nonfiksi yang penting kita senang menulisnya.

Judul buku biasanya 3 kata. Kalau kata-katanya lebih banyak, dijadikan sub judul. Contoh UKTUB: Panduan Menulis Buku dalam 180 Hari.
Naskah yang dikirim ke penerbit bisa jadi judulnya diganti. Tugas editor memang seperti itu. Kalau ada yang kurang menarik, diganti.
Ibu-ibu yang berkarir sekaligus merangkap sebgai IRT jika ingin melawan malas menulis dituntut memiliki disiplin diri yang tinggi. Bisa dinbuat jadwal kapan urusan rumah tangga, urusan suami, urusan anak-anak, dan kapan untuk menulis. Misal dijadwalkan 30-60 menit SETIAP HARI. Saya yakin pasti bisa menjadi penulis handal.

Naskah yang tidak diterima karena belum lengap, setelah dilengkapi boleh dikirim ke penerbit lain ataupun penerbit yang sama. Yang tidak boleh adalah mengirim satu naskah yang sama ke beberapa penerbit dalam satu waktu. Tunggu dulu apakah diterima atau ditolak, baru dikirim ke penerbit lain.

Inilah dua jam kuliah online bersama penulis buku best seller. Semoga bisa diambil manfaat. Terima kasih Pak Akbar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar