Mencari Kata Kunci penarik hati - Ridwan Nurhadi

Breaking

Teacher | Writer | Trainer | Blogger | Youtuber

Minggu, 12 April 2020

Mencari Kata Kunci penarik hati




Kuliah online kali ini bisa dijadikan contoh bagaimana seorang guru berdiskusi materi hanya melalui Whats App, ya bro gak perlu pakai Zoom, Webex, Teamlink dan sebagainya. Cukup pakai WAG (WA grup) saja pak Agus Sampurno sudah bisa membangkitkan antusiasme peserta. Dari artikel yang di kirim beliau kita disuruh mencari kata kunci. Langsung saya menjawab “Daring, pembelajaran, Corona”. Ternyata ada ratusan kata kunci lainnya yang peserta lain kemukakan wah seru, jadi pembelajaran kali ini diawali dengan kata kunci”

Kunci suatu bacaan menarik minat pembaca dimulai dari judul. Judul yang persuasif akan membuat pembaca bertanya-tanya tentang bagaimana isi bacaan tersebut sehingga pembaca mulai tertarik untuk membaca tulisan Anda. Ada 5 kata persuasif yang dapat disematkan pada judul artikel anda yang dapat mengendalikan pikiran calon pembaca. Kata tersebut yaitu anda, bebas, baru, saat ini atau sekarang, dan rahasia.

Menurut pak Agus, dari 5 kata persuasif ini muncul beberapa koleksi judul yang dapat diinspirasikan, yaitu :
1. 5 cara agar ANDA menjadi guru yang handal dalam mengajar secara online
2. Solusi pembelajaran daring BEBAS stres
3. Lima aplikasi BARU untuk mengajar online
4. Aplikasi online yang Anda bisa mulai gunakan SEKARANG secara online
5. RAHASIA menjadi guru sukses mengajar secara online
Dari kelima judul diatas, peserta diminta untuk menentukan 1 judul yang mudah dan 1 judul yang sulit untuk dikembangkan menjadi sebuah bacaan.

Selanjutnya pak Agus menyampaikan bahwa terdapat dua tipe tulisan, yaitu tulisan yang bersifat mengulas wacana dan tulisan yang inspiratif. Tulisan yang sifatnya mengulas wacana biasanya digunakan oleh tipe penulis di media. Sementara untuk blog, semakin anda menginspirasi maka semakin anda akan dilirik oleh calon pembaca.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa bagian-bagian tulisan dalam artikel sebenarnya sama persis dengan tulisan pada umumnya. Terdapat bagian pembuka, isi, dan penutup. Akan tetapi, artikel dalam blog sebaiknya bersifat persuasif atau ajakan. Dengan demikian bagian pembuka blog sebaiknya berisi tulisan tentang sebuah fenomena yang sedang terjadi sekarang dan bagian penutup diisi dengan tulisan yang bersifat mengajak atau mempengaruhi pembaca. Demikian materi yang disampaikan oleh pak Agus. Sangat menarik dan persuasif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar