Guru wajib baca : Jalan Panjang PPG - Ridwan Nurhadi

Breaking

Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi

Senin, 24 Juni 2019

Guru wajib baca : Jalan Panjang PPG





TOMBOL KONFIRMASI YANG MENGUJI NYALI

Bagi anda sobat guru yang sudah lolos pada seleksi Pre-test PPG, sebelum anda mengklik tombol konfirmasi kesediaan mengikuti PPG ada baiknya anda perhatikan :
  • Sanggupkah anda membiaya keperluan sehari-hari alias living cost (nilainya bisa sampai Rp. 5 juta tergantung lokasi PPG).  
  • Sanggupkah anda meninggalkan keluarga (isteri/suami/anak) selama 2 bulan. Bahkan jika dapat lokasi PPG yang jauh seperti teman saya dari Lebak, 2 bulan tidak pulang sama sekali.
  • Sanggupkah menjaga kesehatan dan kewarasan, sebab PPG adalah tahapan panjang berbulan bulan beda sekali dengan PLPG yang cuma 10 hari.
  • Sanggupkah anda membayar denda Rp. 300 rb jika tidak lulus UP dan Rp. 1 juta jika tidak lulus UKIN.

Jika anda berani menjawab sanggup, yuk teruskan membaca artikel ini yang saya tulis secara empiris sebelum anda mengklik tombol konfirmasi yang menguji nyali.


PPG Untirta angkatan 1 tahun 2019


JALANI DAN NIKMATI
Kata tersebut yang harus tersemat bagi mahasiswa  PPG, perjalanan menempuh perjuangan PPG panjang dan berliku, memeras seluruh membran sel otak, serta kelenjar keringat (termasuk apokrin) dan menjebol benteng pertahanan finansial. Diawali dengan pre test PPG, disisipi dengan aneka mid test dan ditutup dengan hidangan UKIN dan UP sebagai menu Post test, lengkap sudah. Benar kata bu Ratna alumnus PPG 2018, "Jalani dan nikmati saja". Semoga kerja keras kita berguna untuk dunia Pendidikan di negeri ini.


Pre test, 3 kali dapat jadwal yang sama dengan bu Umi

Pre Test dan Daring yang melelahkan
Saya termasuk guru yang mengalami banyak ujian sebelum lolos pret test, yang lain cuma 2 kali yakni UKG dan Pre test PPG sedangkan saya sampai 4 kali, kok bisa??. Ceritanya saat UKG dan Pre test Pertama saya masih terdata sebagai guru SD, selanjutnya saya lakukan pemberkasan ulang agar pindah jenjang ke SMP, akhirnya saya ikut ulang UKG dan Pre Test PPG. Saya masih ingat UKG pertama di SMAN 4 dan Pre test nya di SMK PGRI. Sedangkan UKG kedua di SMA Pasar Kamis dan Pre testnya di SMK PGRI Lagi. Bayangkan 4 kali ujian sobat guru dan pada tahun tersebut buku-buku pedagogik saya lahap habis. Selain kerja keras dengan mempelajari semua buku-buku kuliah, saya juga meminta kekuatan yang dapat menembus langit ketujuh, yakni do'a orang tua dan do'a anak anak yatim yang saya bina.
Melepas lelah dan lapar setelah UKG

Setelah dinyatakan lulus, langkah selanjutnya adalah pemberkasan, ini juga termasuk fase perjuangan yang berat. Mengantri di kantor polisi bareng ratusan ABG yang ingin membuat SKCK saya lakoni. Sampai perika urine di RSUD agar dapat surat bebas narkoba pun saya jalani. Belum lagi harus bolak balik  ke dinas pendidikan untuk melengkapi kekurangan dokumen. Kalau ingat perjuangan itu saya jadi pengen beli pintu ajaib Doraemon.

Pemberkasan bareng bu Hani
Setelah pemberkasan rampung, langkah selanjutnya adalah Daring SPADA (Dalam Jaringan) semua peserta akan memperoleh pengalaman menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh. Setelah melahap modul Pedagogik maka suguhan selanjutnya adalah Modul Profesional. Hal penting dalam Daring adalah Laptop dan kuota internet serta jaga stamina. Saya dulu sampai tidur jam 1 dini hari demi mengerjakan tugas LK demi LK, jika setiap hari seperti itu terasa juga stamina menurun apalagi pagi sampai sore harus mengajar di sekolah. Maka stamina perlu dijaga apalagi tahap selanjutnya masih panjang. Pada saat daring saya menghabiskan obat kuat sampai 2 renceng, obat kuat begadang alias kopi herbal plus habats dan madu. Untuk persyaratan lengkap bisa klik disini>>

Sosialisasi PPG

Lokakarya yang membutuhkan biaya besar
Setelah dinyatakan lulus DARING, maka langkah selanjutnya adalah mencari tempat kost agar dapat mengikuti lokakarya dengan 'khusyu'. Setelah menempuh perjalanan dengan mengendarai motor dari Tangerang dalam kondisi hujan deras selama 4 jam, akhirnya kami tiba di Cilegon. Langkah awal kami menuju Kampus sudah di guyur hujan, nikmati saja itu berkah dari langit.
4 jam perjalanan ke Cilegon

Adapun biaya pribadi untuk lokakarya di Cilegon dari pengalaman saya adalah sebagai berikut;
RINCIAN PERBULAN
1. Biaya sewa kost 600 ribu perbulan (Bisa patungan dengan teman agar lebih murah)
2. Biaya makan 30 hari x Rp. 50.000 = Rp. 1.500.000  (bisa puasa senin kamis biar irit)
3. Biaya laundry perminggu 4 x Rp. 30.000 = Rp. 120.000 (cuci sendiri bisa hemat)
4. Biaya kuota internet Rp. 100.000
Dan berbagai macam biaya yang bisa dilihat di video paling bawah halaman ini.
Tapi sepadan antara pengeluaran dan pemasukan berupa ilmu yang bermanfaat dari para bapak/ibu dosen dan guru pamong.

Bersama teman kost, Pak Dody
Warung nasi uduk  goceng

Lokakarya ngapain aja
Siapin deh modul modul yang kita pelajari dulu saat daring, setidaknya dari pengalaman saya, waktu yang kita habiskan untuk lokakarya dipergunakan sebagai berikut:
  • Bedah komponen RPP, analisis KI KD, tujuan pembelajaran dll
  • Model pembelajaran
  • Media Pembelajaran
  • Tehnik dan instrumen Penilaian
  • LKPD dan teman temannya
  • Ditutup dengan Penelitian Tindakan Kelas
  • Untuk lebih lengkap bisa klik disini>>

Kegiatan saat lokakarya PPG


Kegiatan perkelompok
Agar tidak stress saat lokakarya
Saat kita lokakarya kita belajar tentang Adversity Quotient (Ketahan malangan) maka kita harus bisa bertahan dalam kesempitan. Seminggu pertama saya mulai jenuh apalagi tempat kostnya kecil dan tidak memiliki halaman alias berdiam diri saja di kamar. Tak bisa dibayangkan masih 5 minggu lagi, tapi penderitaan saya belum seberapa ketimbang teman teman dilebak yang tidak bisa pulang 1 bulan penuh karena faktor jarak. Kekuatan kita untuk segera bermimikri sangat dibutuhkan jika tidak, kita rentan akan penyakit.

Kamar kos sangat minimalis

Menjalin persahabatan kekompakkan dengan teman teman baru sangat dibutuhkan. Isi waktu libur dengan hiburan sederhana, misalnya kumpul di alun alun kota dengan cukup bayar parkir dan makanan bawa dari tempat kost masing masing. Kita bisa sambil berdiskusi tentang RPP dan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) sebagai tugas akhir Lokakarya.


Kumpul bareng, pelepas penat


PPL yang untung-untungan
Apa maksudnya untung- untungan? jika kita dapat sekolah yang ketat dalam peraturan maka mau tidak mau kita harus mengikuti aturan tersebut. Ada juga sekolah yang fleksibel dalam mengatur jam mengajar.  Menurut pengalaman saya lokasi PPL bisa kita ubah sesuai permintaan, misalkan saya dapat tugas di SMP Cilegon 2 bisa diubah ke SMPN 4 kota Serang. Karena transportasi ke Serang jauh lebih murah ketimbang ke Cilegon.

Saat PPL

Banyak faktor keberuntungan saat saya mengikuti PPL, tapi bagi teman-teman yang kurang beruntung dibawa asyik aja. Kita bisa belajar banyak hal disekolah tempat kita Program Pengayaan Lapangan.  Sebelum PPL ada test peer teaching di LPTK dan saat PPL ada ujian mengajar oleh guru Pamong dan Dosen Pembimbing ditutup dengan UKIN (uji kinerja). Untuk laporan PPL bisa bekerjasama dengan teman PPL dan jangan lupa baca buku panduannya dulu agar paham apa yang harus dikerjakan selama PPL.

Tempat PPL


Teman PPL dan Dosen Pembimbing

Momok UP yang menakutkan
Setelah Pre test, mid test dan akhirnya kita berjumpa dengan Post test yakni Uji Pengetahuan. Banyak mahasiswa yang khawatir dengan satu sebutan itu. Bagaimana tidak perjuangan mereka berbulan-bulan bisa gagal jika UP mendapatkan nilai kecil. Insya Allah jika kita telah berikhtiar kita selanjutnya tawakal kepada Allah swt dan yang paling penting juga adalah minta do'a orang tua dan memperbanyak sedekah.

Pengayaan sebelum UP


Pengumuman yang ditunggu-tunggu
Setelah melewati 3 bulan lebih perjuangan akhirnya tibalah waktu yang ditunggu-tunggu.  Berdebar jantung saat akan membuka pengumuman kelulusan di website ppg.kemdikti.go,id. Apakah ini yang dinamakan cinta?.  Eng ing eng... ternyata Alhamdulillah berhasil, thanks God!. Perjuangan selanjutnya mengamalkan segudang ilmu yang telah didapatkan.
Garis Finish Gelar Guru Profesional (Gr)


Bersama teman teman seperjuangan


Puji syukur kehadirat Allah swt atas pertolongannya
Terimakasih kepada :
  • Kedua Orang tua saya H. Purwadi, S.Pd dan Hj. Rosadah yang ikhlas mendoakan
  • Istri saya Eneng Maemunah Amd, Kep. yang mendukung penuh dan rela ditinggalkan 2 bulan
  • Pak Kusnadi dan Pak Heri yang sudah mengizinkan mengikuti PPG
  • Pak Nisman yang sangat ramah dan  membantu saat pemberkasan di Dinas Pendidikan
  • Teman teman MGMP Bahasa Inggris yang selalu memberi semangat
  • Bapak Ibu Dosen UNTIRTA dan seluruh panitia PPG Untirta
  • Teman teman PPG Untirta angkatan 1 tahun 2019
  • Bapak Ibu Guru SMPN 4 kota Serang tempat PPL
  • Pak Dody teman seperjuangan 1 kost
  • Bu haji tukang nasi uduk di Damkar
  • Serta semua pihak yang telah membantu
Semoga Allah swt membalas segala kebaikannya. Semoga pula ilmu yang kita miliki dapat berguna untuk memajukan pendidikan di negeri ini.